Beberapa channel kecil pernah mengunggah cuplikan film dengan dubbing bahasa Indonesia. Namun, biasanya hanya potongan pendek (3-5 menit) karena kebijakan hak cipta yang ketat.
Indonesia has a long, passionate love affair with Indian films. From the 1970s onwards, films like Amar Akbar Anthony and Caravan became massive hits, dubbed into Indonesian and aired on national TV. By 2010, Bollywood had a dedicated fanbase, but it was still niche compared to Hollywood or local sinetron (soap operas). Dubbing My Name Is Khan served three strategic purposes:
Mudah dicerna oleh semua umur dan tingkat literasi di Indonesia. my name is khan dubbing indonesia
The Indonesian dubbing of the 2010 blockbuster My Name Is Khan
Hati-hati. Banyak situs mengklaim memiliki "dubbing Indonesia" untuk film ini, namun sebagian besar adalah hoax atau menggunakan text-to-speech berkualitas rendah. From the 1970s onwards, films like Amar Akbar
: Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, narasi mengenai identitas Islam, prasangka, dan toleransi pasca-9/11 sangat menyentuh sensitivitas dan empati masyarakat Indonesia.
Rilis pada tahun 2010, My Name is Khan dibintangi oleh Shah Rukh Khan (SRK) sebagai Rizwan Khan, seorang penyandang sindrom Asperger yang pindah ke Amerika Serikat, dan Kajol sebagai Mandira. Film ini mengangkat isu besar pasca tragedi 9/11: Islamofobia, diskriminasi, dan pencarian jati diri. The Indonesian dubbing of the 2010 blockbuster My
Film ini membawa isu yang cukup berat, seperti Islamofobia pasca-tragedi 11 September di Amerika Serikat, diskriminasi, dan perjuangan penyandang disabilitas. Versi dubbing bahasa Indonesia membantu anak-anak, remaja, hingga orang tua lanjut usia untuk memahami jalan cerita dan memetik pesan moral kehidupan yang ada di dalamnya secara instan. Dampak terhadap Popularitas Bollywood di Indonesia